Kesalahan ...
Kupikir semua orang memang tak pernah luput dari sebuah kesalahan.
Aku memang mengakui bahwa aku melakukan kesalahan fatal, yaitu mengacuhkanmu.
Dulu, kupikir kau akan menemaniku disini selamanya. Karena itu aku merasa tak kuatir jika kau meninggalkanku ...
Beberapa hari sampai minggu - minggu pertama aku habiskan dengan tak mengingatmu. Diriku merasa bebas dan bahagia dengan tak adanya dirimu. Kupikir itu adalah bahagia, itu dulu. Beberapa bulan kedepan aku menyadari, ini bukanlah kebahagiaan, namun hanya kesenangan sesaat. Hariku akan lebih berwarna seandainya aku mencegahmu pergi dari kehidupanku dulu...
Namun, dulu tetaplah dulu. Disini aku hanya akan sibuk dengan duniaku. Belum mampu untuk melihat pengganti dirimu yang dulu. Sedikit harapan bahwa kau akan kembali padaku suatu saat nanti. Sempat terpikir kenapa harus menunggu kau menyatakan ingin kembali padaku. Namun hal itu ditolak mentah-mentah oleh ego-ku.
Ego-ku seakan berkata
"Dia yang pergi meninggalkanmu, biarkan dia akan mengemis-ngemis cintamu lagi. Lalu tunjukkan betapa rapuh sebuah hati didalam cangkang keras itu".
Kembali aku menurutinya, menuruti ego-ku yang jelas-jelas ditolak oleh hatiku. Aku membiarkan pergolakan ini dimenangkan oleh ego-ku, lagi.
Aku akan terus mengikuti ego-ku selama mungkin. Disaat menulis ini, aku berharap. Sangat berharap, bahwa kau akan mengajakku kembali ke dalam kehidupanmu. Bukan disini, didalam cangkang keras bercorak lucu seakan lelucon yang tak akan ada habisnya.
"Aku salah", "aku menyesal", "semua tak akan terjadi lagi". Itu semua kumpulan kata tak berguna untuk menyatakan rasa penyesalanku. Kembalilah, kembali padaku .....